Monday, October 12, 2015

Blossom's review: Antologi Rasa by Ika Natassa


"We're both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike?" 
 - Keara -

Well, hello! This is my first time I reviewed book. I'll tell you about this one; Antologi Rasa.
Ms. Ika Natassa, you should know. I re-read your book in a few times. What an amazing story! I could feel Keara's feelings, Harris's love, and... When Ruly... Oh, you must read this books. I told you.
I borrowed this book from my internship partner, called her kak First. Sounds weird, right? Yeah, you're not wrong. Her name is FIRST, or Pertama, Kesatu, Utama, in English. She told me "Yakin mau minjem? Agak dewasa gitu lho ceritanya," Why not? I read some books and every books.

Let's talk about this novel.
This novel is about friendship and love. If you read quote above, the girl who her name written is Keara, one of third main characters inside the story. Keara loved Ruly Walantaga who loved Denise ( Keara and Ruly's best friend) Yep, Keara-Ruly-Denise's love story. And don't forget Harris.
Who's Harris? Keara-Ruly-Denise's best friend who loved Keara since Harris met her and Ruly too in their first day as New Management Association. Is it complicated, isn't?
I recommended this books for you, book-worm.


If you confused why I attach these photos besides this review. It just because I have some task in Multimedia Communication. I must made a blog that will be my album for every assignment I've completed, like poster, some graphics, or other. How excited I am! I started to clean up my old-post, changed my blog-design, and other stuff with a new concept. I think this book's cover design related with my outfit, so I took some pictures with it. What do you think? 




"That people have different takes on their happiest moment in life"
In some pages, Keara tried to find her happiness around her. But, sometimes she refused it. She knows, her happiness is about Ruly.
Until Ruly realized Keara's feeling to him, Ruly still loving Denise and Keara knew it clearly.



"There's just some things you cannot unsee"
- Harris -







"If travel teach us how to see, how come every time all I see is you?"


Overall dress : Olive des Olive
Beret : Unbranded
Shoes : IcoNinety9
Socks : @enirohma
Choker : Lunar Cult
Photo by : Rissa Desi Ariyanti





Tuesday, October 6, 2015

Cupcake's travel: Ennichisai!

Ennichisai?
Apa itu Ennichisai?
Sebenarnya, aku juga nggak tahu-tahu banget, Ennichisai itu apa. Aku baru aja denger festival itu dar teman kuliahku, Jessica. Ia dan Ibunya membuka stan makanan di setiap festival-festival semacam Ennichisai. Nah, kebetulan sekali akhir-akhir ini aku menyukai Jepang, segala yang berbau Jepang aku rasakan dan aku sukai. Termasuk pergi ke Ennichisai ini.
Sebelum pergi, aku googling dulu tentang Ennichisai. Eh, ternyata banyak banget yang nulis blog tentang Ennichisai ini, termasuk aku sekarang. Hehe...
Di berbagai macam blog itu, terpampang foto-foto suasana dan acara apa saja yang diselenggarakan di Ennichisai. Ada yang nge-review makanan, suasananya, dekorasinya, dan lainnya. Wow, pengunjungnya pun menyemut!
Secara umum sih, bisa kita simpulkan kalau Ennichisai itu festival seni dan makanan...
Sewaktu datang kesana, benar sekali! Itu Festival Seni dan Makanan Jepang dalam rangka menyambut musim panas.
Di Jepang sana, Ennichisai juga diadakan, tepatnya di pusat kota.
Nah di Indonesia, Ennichisai diadakan di Little Tokyo Blok M, Melawai. Kebetulan, daerah sana memang banyak bar, gakuen, dan restoran Jepang layaknya sebuah kompleks Jepang.
Pokoknya, benar-benar seperti di Jepang!
Ada Festival apa gitu ya.... lupa, sekelompok orang menari-nari tarian tradisional Jepang sambil parade mengikuti rute yang ditentukan panitia dengan panggung utama sebagai finishnya.
Para streetcosplayer juga ikut berpartisipasi, lho! Pengunjung bisa foto bersama para cosplayer. Banyak stand makanan dan minuman serta aksesoris khas Jepang memenuhi kanan-kiri jalan. Aku datang di hari pertama, merasakan betapa ramainya Ennichisai dan untuk pertama kalinya datang ke Japan Matsuri, ini luar biasa keren!!!!!!
Bagaimana di hari kedua? Semakin membludak! Padatnya ngalahin pusat perbelanjaan sebelum Lebaran. Ya iya lah, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar kota. Bahkan, orang-orang Jepang yang tinggal di Indonesia pun turut hadir menikmati Ennichisai.
Di hari kedua, sebagai penutupan, ada hanabi yang indaaaaaaaaaaaah banget. Sayangnya gak liat :(
Bikin penasaran banget, kayak apa sih suasananya?












Bukannya ganjen, Rissa memang begitu orangnya. Ya, ini Rissa yang ngejepret... Maklumin aja.








Aku kesana bersama Rissa, temanku. Karena kebetulan gratis alias bebas biaya masuk, jadi dia mau-mau aja. Outfit yang aku kenakan hari itu cukup simpel, hanya playsuit merah, kaos dan legging hitam, serta ankle boots hitam. Dan bando sebagai signature-ku. Oh iya, kaos yang kukenakan itu hasil tugas akhir pacarku, hehe. Kalau kalian berminat membelinya, bisa kok! Hubungi aja aku di sini.

Makeup yang aku kenakan juga simpel, seperti biasanya hanya pelembab, bedak, lipstik, dan karena menggunakan eyeliner serta maskara itu ribet banget, aku pakai fake eyelashes yang biasa kupakai. Iseng-iseng sekaligus mencoba makeup kit baruku yaitu Etude House Drawing My Brow, aku juga memakai alis. Secara keseluruhan memang biasa saja, atau malah berlebihan bagi yang jarang menggunakan make up seperti (ehem) Rissa, temanku. Siapa sangka, penampilanku yang kuanggap "biasa banget" dan gak ada istimewa-istimewanya, malah kayaknya kucel banget jika dibandingkan para cosplayer dan fashion street, ternyata dianggap agak luar biasa oleh orang lain. Sebenarnya kaget juga, toh memang gayaku seperti itu dan otomatis pakaian yang ada di lemariku berbanding lurus dengan gaya penampilanku. Eh, malah dilihatin orang-orang sejak di pelataran halaman Blok M Plaza hingga waktu pulang tiba, mungkin aku dikira ngecosplay juga kali, ya.

Dan mungkin faktor Rissa membawa kamera kali, ya. Sebagai fotografer pribadi yang baik hati (hahahah) dia selalu mengiyakan saat aku memintanya untuk mengambil gambar. Ternyata, para pengunjung yang juga ikut mengambil gambar selama Ennichisai, meminta fotoku juga. Padahal, aku sama sekali nggak kenal sama mereka. Yang lebih mengejutkan lagi, ada pula yang memintaku menjadi talent untuk salah satu scene di video yang mereka buat. Ada-ada aja....

So far, ini jadi pengalaman menyenangkan bagi kami yang notabene jarang banget pergi ke tempat-tempat dan festival seperti ini. Kami pun memutuskan untuk datang lagi tahun depan! Maunya sih au datang di setiap Japan Matsuri, tapi nggak enak kalau gak ada temennya... dan kalau nggak ada fotografer pribadi. HEHEHEHEHEHEHEHEHE....