Sunday, January 3, 2016

Lost in Wonderland

  


Rabu, 30 Desember 2015 saya dan teman saya, Eltia, berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Kunjungan ini adalah kunjungan saya yang kesekian kalinya, karena lokasinya yang mudah dijangkau oleh saya otomatis tempat ini menjadi salah satu tempat wisata favorit.
Saya juga nggak tahu sih, sejak kapan bisa menyukai tempat ini. Bisa dibilang, kunjungan perdana saya adalah ketika saya masih balita. Orangtua saya yang suka mengajak saya ke tempat-tempat wisata, apalagi dulu adik-adik saya belum lahir ke dunia hehehe
Seingat saya, kereta gantung atau gondola disetiap tempat sudah pernah saya rasakan dan saya naiki. Tidak terkecuali gondola di TMII tersebut. Tapi, lagi-lagi saya kurang ingat kapan tepatnya saya menaiki gondola tersebut. Daaan, di tahun 2016 ini saya memiliki resolusi kecil: naik gondola dan memotret dari ketinggian!
Ya. memang simpel, tapi susah dijalankan. Kesibukan saya yang menjadi penghalang. Waktu yang saya miliki juga tidak banyak. Teman yang menemani pun tidak ada....
Mungkin, berada di umur yang (ehem) hampir melewati masa remaja (menyedihkan!), yang menjadikan pandangan saya terhadap tempat wisata ini berbeda. Saya yang mulai keranjingan memotret disamping dipotret, sangat menyukai obyek-obyek wisata dan wahana yang terdapat di TMII ini. Salah satunya, Istana Anak.

Meskipun lumayan sering ke TMII, tapi saya sama sekali belum pernah masuk ke dalam Istana Anaknya. Ke pelatarannya saja pun tidak pernah. Hanya melewatinya karena memang selalu terlewati dan kelewatan saat hendak berpindah ke anjungan atau lokasi lain. Lagipula, untuk masuk ke lokasi ini pengunjung perlu membayar tiket masuk Rp.10.000 . Tujuan saya ke TMII lagi memang mengkhususkan diri untuk mengunjungi Istana Anak. Sewaktu kelas saya mendapatkan tugas meliput tempat wisata atau museum, salah satu kelompok di kelas saya mengambil lokasi di TMII dan tentunya mereka berfoto di Istana Anak. Mungkin bagi sebagian besar orang TMII tidak menarik, entah apa yang tidak menarik bagi mereka. Bagi saya, TMII selalu menarik. Hampir semua museum dan anjungan di tempat wisata tersebut sangat eye catching dan sangat bagus untuk dijadikan background foto.



Setelah membayar tiket masuk, saya dan Eltia merapikan penampilan sejenak. Tidak lama kemudian, kami pun memasuki area Istana Anak. Sesuai namanya, dalam area tersebut memang benar-benar dikhususkan untuk anak-anak! Dihalamannya terdapat permainan taman, ada jungkat-jungkit, ayunan, arena gokart, dan bahkan gazebo serta bangku-bangku taman. Cuaca yang panas membuat kami tidak bertahan lama di luar ruang, dan rasa ingin tahu yang tinggi kami mencoba masuk ke dalam kastil. Penasaran, ada apa sih di dalam Istana Anak ini?

WAW! Entah saya yang norak atau memang telat banget mengunjungi Istana Anak, saya baru tahu kalau bagian bawah atau lantai dasar dari Istana Anak ini adalah sebuah museum dan galeri pameran. Didalamnya, terdapat display puluhan mainan tradisional anak-anak dari seluruh Indonesia. Ya...pokoknya hal-hal dasar yang menarik minat anak, seperti rumah-rumah ibadah, baju adat, permainan tradisional, dan lain sebagainya. Lukisan-lukisan juga memenuhi dinding ruangan tersebut. Sayangnya, niat saya dan Eltia memang untuk foto-foto, alhasil kami hanya sibuk mencari background foto yang bagus dan tidak memedulikan informasi dari pajangan dinding atau lukisan-lukisan tersebut.



Cukup lama kami berada di dalam museum (karena suasana yang adem, tentunya). Kami menghabiskan waktu di salah satu sudut galeri dan museum yang kebetulan sepi (awalnya tidak sepi, ada sekelompok anak-anak atau keluarga sedang berfoto, dan langsung pergi saat melihat kami berniat mengambil foto di sudut itu). 


 


Bagus, ya? Pertama kali lihat, sudah berpikir "wah bagus banget nih foto di sini". Eh, ternyata benar. Cahayanya cukup terang, dan outfit yang kami kenakan pun mendukung. hehehehehe.

Setelah berpuas diri saling bergantian memotret, kami pun berkeliling lagi. Saat itu, suasana lumayan ramai karena masih musim liburan dan sudah masuk liburan akhir tahun.


 

Saya pikir, TMII dan terutama Istana Anak masih lengang sehingga saya bisa berfoto di dinding luar kastil Ternyata, pintu-pintu dan dinding luar kastil sudah dipenuhi stand-stand merchandise dan makanan yang tendanya menempel pada tembok. Alhasil, keinginan saya pun gagal terealisasi :(
Sebentar! Nggak semua tembok kastil dipakai, kok! Masih ada spot kosong di bagian samping kastil, yang terlindung pagar tembok setinggi pinggang. Yeaaaaay, langsung aja saya menyuruh Eltia untuk test shoot, barulah saya. Butuh 'sedikit' perjuangan untuk berfoto ditempat itu, apalagi kalau bukan berusaha melompati pagar tembok yang mengelilinginya sambil menjaga rok saya agar tidak tersingkap huft

Ketika baju semakin basah oleh peluh, bedak sudah tergantikan oleh cahaya sinar matahari, dan mood sudah menguap entah kemana... kami memutuskan pulang. Yaa siapa juga yang mau melanjutkan perjalanan, kalau ramainya kayak pusat perbelanjaan tiga hari sebelum Lebaran.

Oh ya, bagi kalian yang curious dimana saya mendapatkan rok yang saya pakai, itu handmade lho! Saya meminta salah seorang teman SMK saya, Irene, yang kebetulan lulusan jurusan Busana Butik di sekolah kami dulu. Sebelum dibuatkan olehnya, saya memintanya untuk bertanya pada penjahit langganannya. Tapi sayang, si ibu tidak bisa membuatkannya karena banyak orderan. Eh, siapa sangka ternyata Irene bisa membuatkan! Yey! 
Packagingnya lucu abis, saya tidak menyangka kalau dia sedemikian rapi dan niatnya sampai-sampai membuatkan packaging sebegini lucunya :


Harga dan kualitas berbanding lurus, kok! Selain warna mint/tosca, saya juga memesan rok berwarna hitam dan broken white/putih gading. Jika kalian berminat, silakan kepoin Instagramnya di @irenekhrl yaa! :) 


Sunday, December 13, 2015

Blossom's update : Gadget Alert!

Halo!
Lama banget ya, gak ngepost? Sebenarnya gak lama-lama juga sih, cuma karena males aja. Daaaan, males itu berujung pada tragedi lain.
Karena kebiasaan jelekku akhir-akhir ini memuncak, alhasil semua tugas ditunda penyelesaiannya. Blog yang harusnya di update seminggu sekali, aku rapel jadi langsung dua minggu. Sialnya, saat ingin memakai laptop, TERNYATA LAPTOPKU GAK NYALA!

Waduh. Panik dong. Kesel dong. Deg-degan dong. Hampir nangis, tapi akhirnya nangis juga. Hehehe, kebiasaan kalo panik dan kesel. Udah terbayang aja bayangan-bayangan buruk kalo laptop cantik ini nggak nyala. Masalahnya, semua dataku didalam si cantik. Dan, semua deadline bergantung pada data itu :(

Bukannya gak nyala sih, nyala, seperti biasa, tanpa bluescreen atau apapun lah. Tapi, sewaktu dinyalain malah bersuara bip-bip-bip berulang gitu, kayak hitungan detik pada granat. Dulu pernah kayak gitu, tapi bisa lagi seperti biasa setelah ku restart dan cabut baterai. Emang agak hardcore ya metodenya, dan terhitung merusak banget sih. Nah, setelah dinyalain lagi, bunyinya hilang. Kutinggal keluar kamar sebentar. Pas balik, laptopnya mati. Kok mati? Padahal udah dinyalain tadi? Langsung kunyalain ulang. Kutinggal. Eh, mati lagi. Akhirnya, kutungguin si laptop sampai benar-benar nyala dan running semua. Lima menit, sepuluh menit..... tiba-tiba, BIP! Mati. Tanpa pemberitahuan apapun. Tanpa pesan apapun. Dinyalain lagi, berharap bisa hidup selamanya, tapi sayang harapanku kandas. Mati lagi dia :( Ku sedih sekali.

Aku langsung googling tentang penyebab bunyi bip berulang dan kenapa tiba-tiba mati sendiri. Berdasarkan semua artikel yang kubaca, inti dari permasalahanku adalah: overheating karena fan laptop tidak berfungsi. Iya, ternyata bunyi bip berulang itu sebagai sign kalau ada yang bermasalah dengan laptopku. Banyak bunyi bip yang harus kita waspadai apabila muncul dari laptop kita. Salah satunya ya bunyi bip pendek yang berulang itu. Sementara laptopku yang tiba-tiba mati sendiri itu, akibat uap panas dari dalam laptop tidak bisa dibuang keluar, istilahnya panas sebelum waktunya lah. Jadi dia die duluan.

Merasa gak puas bermodalkan informasi dari Google, aku tanya teman-teman SMK-ku yang memang expert di bidang IT. Benar yang dikatakan artikel-artikel tersebut, laptopku overheating dan kena fan-nya. Entah apa yang kurasakan kemarin, sedih, panik, kesal, khawatir, semua yang jelek-jelek jadi satu. Sampai tidurpun rasanya gak nyenyak (walaupun ujung-ujungnya bangun siang juga). Gimana nggak khawatir dan penasaran, sebelumnya laptopku baik-baik saja meskipun sering kugunakan, nggak pernah mati tiba-tiba walaupun terkadang suka terdengar bunyi desingan kipasnya kalau sudah panas. Eh, kemarin, begitu mau dipakai, lah kok mati, Ya panik.

Temanku menyarankan untuk servis di Harco Mangga Dua, karena memang pusatnya elektronik disana. Disana juga terhitung lengkap, dan juga bisa langsung selesai hari itu juga dengan biaya yang terjangkau. Oh iya, hasil googling informasi juga aku jadi tahu kisaran harga masing-masing kerusakan yang mungkin terjadi pada laptop. Untuk permasalahanku, pembersihan fan dikenakan biaya Rp. 50.000 di Harco, dan penggantian fan baru Rp.250.000. Sementara untuk lainnya, silakan googling sendiri :)

Temanku juga mewanti-wantiku agar hati-hati jika servis di Harco, karena kalau kita terlihat bodoh atau awam sekali dengan permasalahan laptop atau gadget kita, bisa-bisa kita ditipu. Jahat ya mereka, mengambil kesempatan diatas kesempitan... Nah lho, aku bingung jadinya. Kutanya lagi temanku yang lain, yang kebetulan memiliki laptop dengan merk yang sama, Axioo. Dia bilang, dia pernah servis di Axioo Service Center di Bekasi Cyber Park. Wah! Dekat banget dari rumahku. Setelah bimbang sekian lama, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke service center saja. Walaupun harganya terhitung overprice daripada ke service center biasa, setidaknya lebih aman gitu lah.

Ternyata eh ternyata... Axioo Service Center di Bekasi Cyber Park udah nggak ada :( digantikan dengan toko tinta printer. Huft. Makin sedih, tapi nggak panik. Disitu aku mulai mikir "apa servis ditempat biasa aja, ya?"
Rasa takut jelas muncul. Takut salah servis, takut ditipu, takut makin rusak. Halimah, temanku yang kuminta untuk menemani, juga meragukan. Tapi, kita terlanjur disana. Mau ke Harco pun sama aja, pasti di servis di tempat biasa-biasa aja. Ditambah di luar juga turun hujan. Ya sudah, akhirnya kita berjalan mengitari toko-toko.

Aku mengandalkan feeling untuk memilih toko yang akan kugunakan jasanya. Hahaha, memang terdengar aneh, tapi terkadang feeling itu benar. Di toko pertama yang kudatangi, aku nggak puas dengan harganya yang terkesan 'nembak'. Mungkin mereka kira aku nggak paham masalah gadget kali ya, jadinya asal sebut. Masa iya bersihin aja kena Rp.250.000? Lebih baik kuganti fan nya sekalian, ya toh? Parahnya, ganti fan di toko tersebut overprice, RP.450.000! Wow. HA-HA-HA, mereka nggak tahu kalau aku paham dan tahu harga kerusakan yang kualami. Tidak berapa lama disitu, aku pergi. Mulai mencari toko lagi.

Selang dua toko dari toko pertama, aku mulai bertanya lagi. Berapa biaya bersihin kipas, kemungkinan terburuk apa, berapa biaya paling tinggi yang mungkin dikeluarkan, estimasi waktu pembersihan atau servisnya dan menceritakan permasalahan laptopku sedetail-detailnya. Untungnya mas-masnya ramah, ya memang awalnya terkesan acuh dan sombong (karena mungkin mereka menganggap kita membutuhkan ya, I don't know). Pertama kali yang kutanya adalah harga. Eh, mereka bertanya "tadi di toko situ berapa?"
"250 ribu"
"Yaudah, disini 200!" serunya. Asal tembak.
Berhubung mas-masnya masih muda, kutawar harganya. Memang bodoh sih, nawar kok tetep dapat harga tinggi. Ya, kutawar Rp.100.000. Tapi nggak apa-apa, mumpung ada tabungan dan ibuku mau 'menyumbang'.
Mereka juga bersikap lebih baik daripada toko pertama. Di toko pertama, mereka akan mengecek laptopku kalau aku menyetujui biaya yang diajukan. Sementara di toko kedua, aku diberikan dua opsi (1) Laptopku dicek dulu fan nya, kalau memang kotor akan dibersihkan setelah itu di tes selama 30 menit untuk memeriksa apakah benar permasalahanku pada fan yang kotor, (2) Jika masih mati tiba-tiba, mereka menawarkan ganti fan seharga Rp. 250.000. Cara bicaranya pun sangaaaaaaat jauh berbeda dari toko pertama, nggak terkesan menggurui dan nggak terkesan 'paling tahu'.
Coba saja kalau tadi aku panik dan kalap, aku rugi Rp.150.000, atau bahkan Rp.200.000. Akhirnya, aku memutuskan servis di toko tersebut. Benar saja, ternyata ada debu yang lumayan banyak hingga membentuk sawang (entah bahasa mana, yang penting debunya itu sama seperti debu di kipas angin atau langit-langit rumah). Ya pantas.... si cantik ngambek. Debunya banyak :(

Setelah dibersihkan, laptopku dibiarkan menyala selama 10-30 menit. Alhamdulillah, akhirnya nyala terus! Yeaaay! Semoga tidak ada problem lagi yaaa :)

Jadi, apa amanat dari postingan ini?
(1) Jangan menunda-nunda tugas ya sis, bro, kita nggak tahu problem apa yang akan kita hadapi, seperti aku ini.
(2) Rawat gadget kamu ya, bersihkan sesering mungkin
(3) Jangan main laptop di kasur sepertiku, nanti kena masalah seperti yang aku alami
(4) Kalau laptop atau gadget kesayangannya kenapa-kenapa, jangan panik kayak aku. Santai aja. Googling sedetail-detailnya, baca sejelas-jelasnya, biar paham dan gak kena 'tembak' serta tipu oknum-oknum jahat
(5) Harus perkaya diri dengan informasi penting apapun. Ini berlaku untuk semua hal, biar nggak rugi, dan hidupmu aman, damai, sejahtera, selamat, sentosa.
(6) SABAR. Klise sih, tapi Allah suka orang-orang sabar. Ingat, setelah kesusahan pasti ada kemudahan.
(7) Jangan lupa berdoa! Percuma di atas dilakuin tapi nggak minta tolong sama Allah. Keajaiban doa Allah itu terbukti lho, bagi mereka yang mau percaya dan bersabar

Kalau ada yang mau berbagi pengalaman seperti pengalamanku di atas, boleh banget! Tulis dikomentar di bawah ini ya!

xoxo, 
Rara

Sunday, November 29, 2015

Blossom's review: DIY beauty routine

Having a bright, clear, and soft skin are every girl’s dream, include me. But, sometimes the facial foam that i used is not working and leaving a bad impacts for my skin. At the first usage, I didn’t feel anything just soft and relaxed skin.  So, I decided to use it. And then a few months later, suddenly my skin felt rigid after i washed my skin with it. It makes me confused, and feel like “for God’s sake, i must change my facial foam, again?”

Actually, changing your skin care isn’t recommend. It can be damage your skin because your skin is needed to adapt with new facial foam (again). And your skin isn't always suitable with every skin care things. That's what happened with my skin, so i found another way to clean and smooth my skin. I started browsing do-it-yourself skin care that made from natural ingredients such as cucumber, tomatoes, apple, eggs, oatmeal, milk, coffee, strawberry, lemon, etc. 

What i've done with those natural ingredient?
  • For cucumber, i slice or chop the cucumber then apply it all over my face. Let them dry for 15-30 minutes. Then, I wash my face and rub some ice cube all over my face to fresh my skin! :)
  • Tomatoes, apple, and strawberry are good combination juice that I always drink everyday. Oh, it's also avoiding my skin from acne.
  • Sometimes, I have a blackheads too. I pour an egg with a drop of lemon water, especially an egg white to make a face mask. Just apply it for 15 minutes and clean it.
  • Last but not least, this combination is my daily skin care beside facial foam. There's both ways to apply it, as facial mask or facial wash. To rest my skin from chemical material, i often applying it as facial wash to substitute my skin care. What's ingredient that I use? Yup, oatmeal! Hohoho.... the result of oatmeal facial mask is pretty good for my skin. Now, I will show you how to make an oatmeal facial mask. Here you go :)


First, you need an oatmeal and make sure it doesn’t have any flavoring and other additives. (If you’re not sure, get plain oats). In this case i use Quaker Oatmeal that can be found at mini market. 
Take 1 tablespoon of oatmeal and place it on a plate


Second, pour three tablespoon of water (or more) until it turns into a paste



Voila! You've got an oatmeal paste. Just apply it all over your face as facial mask, or rub it to make it as your facial wash. And last step is rinse with cold water :)
(You can apply moisturizer) 

If you want, you can mixing it with coffee or milk too. Do you know? Oatmeal contains avenanthramides, antioxidant and anti-inflammatory compounds that soothe itchy, dry and irritated skin. Oatmeal is also great for acne-prone skin because it absorbs oil from the skin’s surface. That's why I love this DIY beauty routine.

Who's already try it? What do you like the most, with coffee/with milk/just oatmeal? Leave your comment below! :)


xoxo,
Rara